Kamis, 03 Maret 2011

Bisakah Ketakutan Ubah Rambut Jadi Putih?


INILAH.COM, Jakarta - Orang percaya ketakutan bisa mengubah rambut menjadi putih. Legenda menyebutkan rambut tahanan terkutuk, temasuk Marie Antoinette, memutih sebelum eksekusi.
Cerita hantu juga sering menggambarkan orang yang bertemu dengan roh membuat rambut mereka putih. Hal ini merupakan bagian dari legenda universal, cerita rakyat, dan mitos. Tetapi apakah hal ini benar?
Hal semacam ini secara medis merupakan hal mustahil terjadi, tak ada mekanisme rambut organik bisa berubah putih secara tiba-tiba atau semalam. Seperti dikutip sciencedaily, meski manufaktur tertentu bisa mengembalikan kehidupan pada rambut, rambut selalu mati.
Setelah rambut tumbuh dari kepala, rambut tak bisa dipengaruhi oleh proses-proses psikologis atau fisiologis dalam tubuh, termasuk takut atau guncangan. Bahkan, jika suatu penyakit, cedera, atau kejutan tiba-tiba ‘bisa’ mengubah rambut menjadi putih, butuh beberapa minggu sebelum efeknya terlihat karena hanya akar yang akan terpengaruh.
Anda bisa melihat prinsip yang sama ketika seseorang melukai kukunya yang dekat dengan kutikula dan bagian yang rusak secara bertahap tumbuh kembali. Tak mungkin keseluruhan batang rambut secara spontan menjadi putih.
Rambut abu-abu mungkin akan mejadi putih jika poros warna rambut secara selektif jatuh keluar untuk beberapa alasan (misalnya, kondisi medis alopecia) dan membuat rambut menjadi putih.[mor]


Oleh Billy A. Banggawan | Inilah – Sen, 28 Feb 2011

Selamatkan Diri dari Inflasi


Uang semakin tak bernilai dalam kondisi ekonomi yang tendensi inflasinya tinggi. "Uang makin berkurang nilainya jika kenaikan inflasi lebih cepat daripada kenaikan pendapatan," kata ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti.
Inflasi adalah kenaikan harga-harga secara umum sehingga mengurangi daya beli. Tahun 2010 inflasi di Indonesia mencapai 6,96 persen. Ini artinya daya beli uang kita berkurang hampir 7 persen dari nilai tahun 2009. Bayangkan penyusutan yang akan terjadi dalam sepuluh atau dua puluh tahun mendatang.
Tingkat inflasi dihitung dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Unsur pembentuk inflasi adalah bahan makanan, makanan jadi, minuman, tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, olahraga, pendidikan, transportasi dan komunikasi.
Destry menyarankan agar Anda membeli aset yang dapat diandalkan untuk mengimbangi inflasi. Nilai aset ini diharapkan akan naik lebih tinggi dari laju inflasi. Ada dua pilihan yang bisa dipertimbangkan, yakni aset fisik atau aset finansial.
Aset fisik antara lain properti (rumah, tanah, sawah atau apartemen), emas, dan mata uang asing. Dulu, dolar Amerika menjadi mata uang asing yang dapat diandalkan. "Tapi sekarang dolar terus melemah secara global, jadi tunda dulu membeli dolar," kata dia. Mata uang lain yang menguat adalah yuan Cina dan dolar Singapura. Sayangnya dua mata uang ini lebih sulit diperdagangkan.
Adapun aset finansial yang dapat dipilih adalah saham dan obligasi. Tak ingin repot, reksadana bisa menjadi pilihan. Membuka rekening tabungan dan deposito memang baik untuk jangka pendek. Namun pilihan ini tidak optimal jika diterapkan dalam jangka panjang keuntungan dari bunga bank tak lebih dari kenaikan inflasi. Saat ini bunga deposito tertinggi hanya 7 persen.
Tak punya dana untuk membeli aset? Menabunglah dari sekarang dan kurangi belanja yang tak perlu. Ingat pepatah lama; sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Famega Syavira


Y! Newsroom - Kamis, 3 Maret