Selasa, 21 Februari 2012

Asal Usul Nama James Bond


Asal Usul Nama James Bond

Oleh Aldy | ghiboo.com 
Ghiboo.com - Sejak novel pertamanya terbit pada 1953, tokoh fiksional James Bond terus bertahan hingga sekarang. Novelnya kemudian pun dibuatkan film dalam 22 judul dan 7 aktor berbeda telah memerankannya.James Bond sendiri diceritakan sebagai agen rahasia Inggris yang bekerja untuk MI6 dengan nomor sandi 007. Tapi tahukah Anda bahwa James Bond memang benar ada?>Namun jangan bayangkan James Bond ini sebagai agen Inggris yang playboy seperti di film. Ian Fleming, si pembuat novel mengambil nama untuk karakter ciptaannya dari seorang ornithologist (ahli di bidang ilmu burung) bernama James Bond.>Rupanya Fleming juga memiliki minat serupa dengan si ornithologist James Bond. Dia pun mengatakan kepada istri Bond bahwa nama Bond terdengar maskulin, tidak romantis, dan sedikit Anglo Saxon.>Ketika namanya dipakai untuk sebuah tokoh novel, James Bond pun setuju. Bond mungkin tidak menyangka bahwa namanya akan populer seperti sekarang.>"Ketika aku pertama kali menulis novel pada 1953, saya membayangkan Bond sebagai orang yang membosankan dan tak tertarik pada apapun. Ketika saya mencari nama untuk tokoh protagonis tersebut, Tuhan memberitahuku bahwa James Bond adalah nama membosankan yang pernah saya dengar," ujar Ian Fleming dalam sebuah wawancara dengan The New Yorker, 21 April 1962.>Fleming mereka-reka bahwa jika James Bond benar-benar ada, maka dia akan memiliki wajah seperti penyanyi Amerika jaman dahulu Hoagy Carmichael.>Total ada 12 judul novel dan dua cerpen yang diciptakan oleh Ian Fleming hingga kematiannya pada 1964. Sejak saat itu, novel Bond ditulis oleh enam penulis berbeda yang telah diberi izin.>(berbagai sumber)> 


Selasa, 14 Februari 2012

Satwa Liar Selundupan, 609 Kura-kura Moncong Babi asal Papua Dikembalikan dari Hongkong


Satwa Liar Selundupan, 609 Kura-kura Moncong Babi asal Papua Dikembalikan dari Hongkong

Republika – Rab, 5 Okt 2011

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG - Lagi-lagi, Indonesia kecolongan dalam satwaliar yang dilindungi. Pemerintah Indonesia menyita 609 ekor kura-kura moncong babi (Carettochhelys insculpta) hasil selundupan di Hongkong.
Pada Rabu (5/10), di kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai bandara Soekarno Hatta, Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan pemerintah Hongkong melakukan repatriasi (pemulangan) spesies dilindungi tersebut.
Secara kumulatif, nilai ekonomi ratusan kura-kura tersebut mencapai 1,12 juta dollar AS atau setara dengan Rp 10,08 miliar. Asumsinya, di pasar internasional, harga kura-kura moncong babi bervariasi menurut ukurannya. Ukuran 15 sentimeter (cm) harganya 15 – 20 dolar AS perekor, dan ukuran 35 cm mencapai 550 dolar AS perekor.
“Ratusan kura-kura moncong babi itu akan dikembalikan ke habitat aslinya di tanah Papua bagian selatan,” kata Direktur Pelaksana Harian Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan Nunu Anugerah saat jumpa pers di Tangerang, Rabu (5/10). Jenis reptil ini penyebarannya terbatas hanya di tiga negara, yaitu Indonesia (Papua), Papua New Guinea (bagian selatan), dan Australia (bagian utara).
Penemuan skala besar, hingga ratusan ekor, mengindikasikan perburuan satwa dilindungi tersebut di alam dilakukan dalam waktu cukup lama. Kepala Kantor dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta Oza Olivia mengatakan hingga hari ini masih melakukan penyelidikan.
“Kita akan telusuri keabsahan dokumen ekspornya mulai dari level Balai Konservasi Sumberdaya Alam, Kementerian Kehutanan,” ungkapnya kepada Republika, Rabu.


Penerbangan Dialihkan Akibat Badai Matahari


Penerbangan Dialihkan Akibat Badai Matahari

Antara – Rab, 25 Jan 2012
  •  
Washington (AFP/ANTARA) - Radiasi gelombang elektromagnetik, akibat adanya badai matahari, yang menumbuk atmosfer bumi pada Selasa kemarin, menyebabkan sebuah maskapai penerbangan mengubah jalur penerbangannya, dan para pengamat langit berusaha mencari pemandangan cahaya yang mengagumkan. Badai matahari tersebut merupakan yang terbesar, sepanjang satu dekade terakhir.

Penerbangan Amerika, Delta Air Lines mengatakan, bahwa mereka telah mengubah jalur penerbangan, untuk perjalanan transpolar antara Asia dan Amerika Serikat. Pengalihan itu dilakukan, untuk menghindari resiko yang disebabkan oleh adanya badai matahari, seperti yang dilansir dari pernyataan seorang juru bicara penerbangan tersebut.

NASA menyatakan bahwa, coronal mass ejection (CME) mulai bergesekan dengan medan magnet bumi sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat (1500 GMT), pada Selasa kemarin. Selain itu mereka juga menyatakan, bahwa badai matahari itu diperkirakan merupakan yang terbesar sejak Oktober 2003 lalu.

Menurut badan luar angkasa Amerika Serikat, radiasi badai matahari tidaklah berbahaya bagi manusia. Namun, dapat menyebabkan gangguan pada pengoperasian satelit, serta gelombang pendek radio.

Radiasi badai matahari tersebut, nampaknya akan terus memborbardir atmosfer bumi hingga Rabu ini, sehingga memungkinkan terjadinya gangguan pada satelit komunikasi di wilayah kutub. Hal itu memaksa pihak penerbangan untuk mengalihkan jalur penerbangan, seperti yang dilansir dari pernyataan pihak penerbangan.

Maskapai penerbangan Delta, yang bermarkas di Atlanta, merupakan maskapai penerbangan terbesar kedua di dunia. Mereka menyatakan bahwa, "Sejumlah rute perjalanan telah disesuaikan, akibat adanya dampak potensial dari badai matahari, terhadap jaringan komunikasi," kata seorang juru bicara Delta, Anthony Black, kepada AFP.

Rute dari Hong Kong, Shanghai dan Seoul dialihkan ke jalur yang lebih ke arah selatan, setelah adanya percikan matahari yang meledak, pada hari Minggu lalu.

Pihak penerbangan mengatakan bahwa, mereka akan terus memantau aktivitas matahari sebelum kembali ke rute penerbangan normal mereka.

Akibat besarnya intensitas foton yang sampai ke bumi, terjadilah peristiwa aurora borealis yang menakjubkan, yang dikenal dengan sebutan 'Northern Lights'. Peristiwa menakjubkan yang biasanya terjadi di dekat kutub utara, Arctic, saat ini bisa dilihat dari Skotlandia, Inggris bagian utara, dan daerah sekitar garis lintang rendah, di Amerika Serikat.

"Kejadian tersebut mulai terjadi pada hari Minggu lalu, dengan adanya percikan matahari berukuran sedang, yang meledak tepat di dekat pusat matahari," kata Doug Biesecker, seorang ahli fisika di National Oceanic and Atmospheric Administration Space Weather Prediction Center.

"Percikan itu sendiri sebenarnya tidak spektakuler, tapi itu terjadi oleh adanya sebuah ejeksi massa koronal yang sangat cepat, yang melaju dengan kelajuan empat juta mil perjam (setara 6,4 juta kilometer per jam)," kata Biesecker, kepada AFP.

Para pengamat cuaca mengatakan bahwa, penampakan aurora terbaik biasanya sekitar tengah malam waktu setempat.

Rob Stammes, yang bekerja di Lofoten Polar Light Centre, di Lofoten, Norwegia, mengatakan bahwa, kehadiran CME pada selasa lalu tersebut, menyebabkan lonjakan arus tanah di luar laboratoriumnya.

"Bisa jadi ini merupakan hari yang membahagiakan bagi para pengamat aurora," kata Stammes di situs pengamat aurora, spaceweather.com.


NASA: Badai Radiasi Matahari Tidak Bahayakan Manusia


NASA: Badai Radiasi Matahari Tidak Bahayakan Manusia

Antara – Kam, 26 Jan 2012

Jakarta (ANTARA) - Badan Antariksa dan Aeronautika Nasional (NASA) pada Selasa (24/1) mengatakan badai radiasi matahari tidak membahayakan kehidupan manusia di bumi, demikian dikutip dari laman NASA pada Kamis.
NASA menjelaskan semburan lidah api dari korona matahari (CME) telah bertabrakan dengan medan magnet bumi pada 24 Januari 2012.
"Hal itu diperkirakan mencapai magnetosfer bumi --selaput magnetik yang menyelimuti bumi-- pada 24 Januari lalu," demikian pernyataan NASA.
Sejumlah peraga di Pusat Cuaca Antariksa Goddard milik NASA memperkirakan CME bergerak dengan kecepatan hampir 1400 mil per detik atau sekitar 2253 kilometer per detik.
"Masuknya partikel dari CME diperkuat oleh badai radiasi matahari sehingga dianggap sebagai yang terbesar sejak Oktober 2003," demikian pernyataan laman tersebut.
Menurut NASA Pusat Prakiraan Cuaca Antariksa, NOAA, telah mengkategorikannya sebagai badai "besar" dengan level S3 (dimana tingkat S5 sebagai yang tertinggi).
"Badai radiasi matahari dapat mempengaruhi pengoperasian satelit dan penyiaran gelombang pendek radio," kata NASA yang menjelaskan hal itu tidak akan melukai manusia.
Tumbukan tersebut menyebabkan aurora dapat dilihat di langit yang tinggi dan NASA memperkirakan aurora juga bisa disaksikan di langit yang lebih rendah.
Matahari meledak pada 22 Januari 2012 dengan lidah api setinggi M8,7 --terdapat semburan lidah api dari korona yang mengarah ke bumi-- disertai letusan proton berenergi tinggi yang cepat dan dikenal sebagai peristiwa "partikel cahaya berenergi".
"Ledakan yang terbaru telah mengakibatkan badai radiasi matahari yang terkuat sejak September 2005," demikian menurut NASA yang mengutip NOAA.



Laporan Rahasia FBI soal Steve Jobs Diungkap


Laporan Rahasia FBI soal Steve Jobs Diungkap

Liputan 6 – Jum, 10 Feb 2012

Liputan6.com, Los Angeles: Steve Jobs pernah diselidiki agen FBI. Berkas-berkasnya pun hingga kini masih disimpan FBI. Latar belakang kehidupan otak di balik iPad dan iPhone ini diselidiki, termasuk pengalamannya dengan obat-obatan pada awal 1970.
FBI memang dikenal menyimpan berkas deretan nama-nama ngetop seperti Martin Luther King hingga Elvis Presley dan Michael Jackson.
Dokumen FBI setebal 191 halaman yang dirilis Kamis (9/2) berhubungan dengan lowongan kerjaan untuk Jobs pada 1991. Presiden George Bush Sr hendak merekrutnya sebagai bagian dari Dewan Ekspor Kepresidenan. Dokumen berisi konfirmasi berkecimpungnya Jobs dengan ganja dan LSD, serta beberapa catatan tentang ancaman bom yang ia terima pada 1985.
Agen FBI diminta memeriksa latar belakang Jobs dari sejumlah orang yang bekerja dengan Bos Apple itu dengan mengomentari karakter dan integritasnya. Ada sekitar 30 orang lebih yang mengenal Jobs diwawancarai. Beberapa dari mereka menyukainya dan banyak pula yang tidak.
"Beberapa orang berkomentar mengenai penggunaan narkoba di masa lalunya yang menjadi bagian dari pekerjaan Jobs," begitu isi file.
"Beberapa individu mempertanyakan kejujuran Jobs."
Dokumen itu juga menyebutkan, beberapa orang mengatakan "Jobs akan memutarbalikkan kebenaran dan mendistorsi realitas dalam rangka mencapai tujuannya".
Narasumber lainnya yang diwawancarai pada saat itu mengatakan ia telah menjadi "dingin dan agak terasing" setelah bekerja untuknya. Dia menambahkan bahwa Jobs pada dasarnya jujur dan dapat dipercaya, tapi nya karakter moral mencurigakan".
Nama-nama orang yang diwawancarai, serta agen-agen yang melakukan wawancara, dihilangkan dari laporan tersebut sebelum dirilis.
Jobs meninggal pada Oktober 2011 pada usianya yang ke-56 tahun, setelah berjuang panjang melawan kanker pankreas yang dideritanya.(TheSun/LosAngelesTimes/MEL)