Kamis, 31 Maret 2011

Ingin Panjang Umur? Tatap Payudara


INILAH.COM, Jakarta - Sebuah penelitian menyebutkan, bagi seorang pria yang sering menatap payudara, akan memungkinkan memiliki hidup lebih panjang.

Studi yang dimuat di New England Journal of Medicine mengatakan, menatap buah dada yang seksi selama 10 menit sama dengan latihan aerobik selama 30 menit.

Penelitian dilakukan oleh Dr Karen Bouncer dan koleganya di tiga rumah sakit di Frankfurt, Jerman, melibatkan 200 pria. Seratus orang disuruh melihat payudara secara teratur setiap hari, sedangkan 100 pria lainnya dilarang untuk melihatnya.

Studi dilakukan selama lima tahun dan hasilnya menunjukkan kelompok pengintip dada perempuan punya tekanan darah lebih rendah, denyut nadi lebih lambat saat istirahat, dan mengalami gangguan pembuluh darah jantung lebih rendah.

“Kenikmatan seksual memacu denyut jantung dan memperlancar sirkulasi darah,” kata Dr Bouncer.

“Kami percaya jika pria memandang dada ukuran 'cup D’ secara teratur, mereka akan hidup lebih panjang empat atau lima tahun.”

Bouncer menganjurkan kepada kaum pria, terutama usia di atas 30 tahun untuk membaca majalah-majalah 'panas' seperti Playboy yang menampilkan sejumlah perempuan berdada besar.

Selain itu Bouncer juga mnganjurkan pria mengikuti terapi secara teratur seperti di rumah dengan melihat payudara pasangannya. Jika Anda berada di kantor, usahakan bergaul dengan perempuan yang memiliki payudara besar atau sesuai selera masing-masing.

Sedangkan, jika sedang berada di jalanan, mata kaum pria diperkenankan untuk 'jelalatan' melihat payudara perempuan di halte, di bus atau di mana saja, tapi hati-hati kalau sedang mengendarai mobil jangan sampai tertabrak.

Coba curi-curi pandang untuk melihat payudara itu selama 10 menit saja. Alangkah baiknya kalau punya temen cewek yang bisa mem-back-up terapi ini, dengan kata lain dapat memperlihatkan payudaranya hanya selama 10 menit saja setiap harinya.

"Terapi ini harusnya dilakukan secara teratur agar usia Anda jauh lebih muda," pungkas Bouncer. [mor]



Oleh Dahlia Krisnamurti | Inilah – Rab, 30 Mar 2011 

Bukan Hanya Manusia, Tikus Ternyata Bisa Gay


INILAH.COM, Jakarta- Jika tikus jantan peliharaan Anda tidak dapat menemukan pasangan menarik hati, hewan mungil ini bisa berganti kecenderungan seksual menjadi gay. Seperti apa?
Penelitian yang dilakukan ilmuwan China itu menunjukkan hormon yang berpengaruh pada kebahagian tikus ternyata berhubungan erat dengan orientasi seksual.
Studi yang diterbitkan di jurnal Nature itu menemukan bahwa tikus jantan yang berkembang dengan otak tanpa hormon serotonin ternyata kehilangan gairah terhadap tikus betina.
Keadaan yang sama juga terjadi pada tikus yang tidak memiliki gen tryptophan hydroxylase. Kedua hormon ini terkait rasa bahagia di diri mamalia.
“Inilah pengetahuan pertama yang menunjukkan bahwa neurotransmitter di otak memiliki peran penting terhadap preferensi atau kecederungan ketertarikan seksual pada mamalia,” tulis laporan yang dikutip dari BBC ini.
Ilmuwan menemukan tikus jantan yang tergabung dalam kelompok tikus kekurangan hormon serotonin cenderung untuk mengejar tikus jantan lain. Mereka juga melakukan beberapa tindakan yang menunjukkan keinginan untuk kawin.
Meskipun begitu, penelitian itu belum tentu berhubungan dengan kecenderungan seksual pada manusia.
“Kami telah menggunakan obat-obatan psikoaktif untuk meningkatkan dan menurunkan fungsi serotin. Meskipun ini terkait pada gairah seksual, impulsif dan agresi pada manusia, namun belum ada efek pada preferensi seksual,” ujar ahli saraf dari Babraham Institute, Cambridge, Inggris. [mor]


Oleh Ellyzar Zachra P.B | Inilah – Sen, 28 Mar 2011 

Lari, Rahasia Panjang Umur


VIVAnews – Peneliti telah menemukan rahasia untuk hidup sehat sekaligus berumur panjang.  Resepnya adalah berlari.  Ya, lari.  Cara itu tidak muluk-muluk, tapi terbukti berhasil meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur.  “Banyak manfaat yang diperoleh dari berlari,” kata Joann Manson, kepala pengobatan preventif di Rumah Sakit Brigham, Boston.  Inilah 10 manfaat yang dapat Anda peroleh dari berlari seperti dikutip dari Runner’s World.
1.    Melatih berpikir cepat
Karyawan-karyawan kantor di Inggris disurvei pada hari di mana mereka berlari dan tidak.  Hasilnya, pada hari ketika mereka melakukan olahraga lari, atasan mereka di kantor mengatakan bahwa mereka hanya berbuat sedikit kesalahan, berkonsentrasi lebih baik, dan bekerja lebih produktif.
2.    Membuat tidur lebih nyenyak
Dengan meluangkan waktu untuk berlari, pengidap insomnia berhasil ertidur pada menit ke-17.  Sementara bila mereka tidak berlari, mereka baru bisa tidur sekurang-kurangnya pada menit ke-38.  Pengidap insomnia ini juga tertidur sejam lebih lama jika mereka telah berlari.
3.    Memperkuat tulang
Peneliti dari Universitas Missouri mengatakan, berlari terbukti memperkuat tulang secara lebih efektif ketimbang melakukan aktivitas aerobik lainnya.  Sebelumnya, ia telah meneliti kepadatan tulang dari seorang atlet lari dan sepeda.  Hasilnya, 63 persen pesepeda memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah pada tulang punggung dan panggul mereka.
4.    Menghindari disfungsi seksual
Pria yang membakar sekurang-kurangnya 3.000 kalori per minggu (setara dengan berlari lima jam dalam seminggu) relatif bebas dari masalah disfungsi seksual.
5.    Menjaga ketajaman daya ingat
Sebuah studi di Jurnal Geriatri (ilmu kedokteran yang mempelaajari tentang orang tua) Amerika melaporkan bahwa wanita yang aktif layaknya remaja, mengurangi resiko mengidap demensia atau pikun di masa tuanya.
6.    Mengurangi bersin
Berdasarkan sebuah studi di Swedia, mereka yang berlatih berlari setidaknya satu jam dalam sehari, terbukti berhasil mengurangi resiko terkena infeksi saluran pernafasan.  Berlari meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.
7.    Mempermudah bernafas
Peneliti menyarankan sejumlah penderita asma untuk berlari secara rutin.  Setelah tiga bulan, nafas mereka relatif bersih dan tidak berbunyi.  Mereka pun dapat bernafas panjang, tidak pendek-pendek seperti umumnya penderita asma.
8.    Membuat Anda berpikir panjang
Orang yang berlari lebih dari 35 mil per minggu, dapat berpikir lebih panjang dan bervisi, dibanding mereka yang berlari hanya 10 mil per minggu.
9.    Menjaga tekanan darah
Orang yang berlari 10 mil per minggu, relatif bebas dari persoalan tekanan darah dan kolesterol, dibanding mereka yang berlari tidak sampai 3 mil dalam seminggu.
10.    Membuat Anda berumur panjang
Sebanyak 22 hasil riset menunjukkan bahwa orang yang berlari 2,5 jam per minggu, relatif terhindar dari mati muda, dibanding mereka yang tidak berlari sama sekali.


 VIVAnews – Sab, 19 Mar 2011