Selasa, 14 Februari 2012

Penerbangan Dialihkan Akibat Badai Matahari


Penerbangan Dialihkan Akibat Badai Matahari

Antara – Rab, 25 Jan 2012
  •  
Washington (AFP/ANTARA) - Radiasi gelombang elektromagnetik, akibat adanya badai matahari, yang menumbuk atmosfer bumi pada Selasa kemarin, menyebabkan sebuah maskapai penerbangan mengubah jalur penerbangannya, dan para pengamat langit berusaha mencari pemandangan cahaya yang mengagumkan. Badai matahari tersebut merupakan yang terbesar, sepanjang satu dekade terakhir.

Penerbangan Amerika, Delta Air Lines mengatakan, bahwa mereka telah mengubah jalur penerbangan, untuk perjalanan transpolar antara Asia dan Amerika Serikat. Pengalihan itu dilakukan, untuk menghindari resiko yang disebabkan oleh adanya badai matahari, seperti yang dilansir dari pernyataan seorang juru bicara penerbangan tersebut.

NASA menyatakan bahwa, coronal mass ejection (CME) mulai bergesekan dengan medan magnet bumi sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat (1500 GMT), pada Selasa kemarin. Selain itu mereka juga menyatakan, bahwa badai matahari itu diperkirakan merupakan yang terbesar sejak Oktober 2003 lalu.

Menurut badan luar angkasa Amerika Serikat, radiasi badai matahari tidaklah berbahaya bagi manusia. Namun, dapat menyebabkan gangguan pada pengoperasian satelit, serta gelombang pendek radio.

Radiasi badai matahari tersebut, nampaknya akan terus memborbardir atmosfer bumi hingga Rabu ini, sehingga memungkinkan terjadinya gangguan pada satelit komunikasi di wilayah kutub. Hal itu memaksa pihak penerbangan untuk mengalihkan jalur penerbangan, seperti yang dilansir dari pernyataan pihak penerbangan.

Maskapai penerbangan Delta, yang bermarkas di Atlanta, merupakan maskapai penerbangan terbesar kedua di dunia. Mereka menyatakan bahwa, "Sejumlah rute perjalanan telah disesuaikan, akibat adanya dampak potensial dari badai matahari, terhadap jaringan komunikasi," kata seorang juru bicara Delta, Anthony Black, kepada AFP.

Rute dari Hong Kong, Shanghai dan Seoul dialihkan ke jalur yang lebih ke arah selatan, setelah adanya percikan matahari yang meledak, pada hari Minggu lalu.

Pihak penerbangan mengatakan bahwa, mereka akan terus memantau aktivitas matahari sebelum kembali ke rute penerbangan normal mereka.

Akibat besarnya intensitas foton yang sampai ke bumi, terjadilah peristiwa aurora borealis yang menakjubkan, yang dikenal dengan sebutan 'Northern Lights'. Peristiwa menakjubkan yang biasanya terjadi di dekat kutub utara, Arctic, saat ini bisa dilihat dari Skotlandia, Inggris bagian utara, dan daerah sekitar garis lintang rendah, di Amerika Serikat.

"Kejadian tersebut mulai terjadi pada hari Minggu lalu, dengan adanya percikan matahari berukuran sedang, yang meledak tepat di dekat pusat matahari," kata Doug Biesecker, seorang ahli fisika di National Oceanic and Atmospheric Administration Space Weather Prediction Center.

"Percikan itu sendiri sebenarnya tidak spektakuler, tapi itu terjadi oleh adanya sebuah ejeksi massa koronal yang sangat cepat, yang melaju dengan kelajuan empat juta mil perjam (setara 6,4 juta kilometer per jam)," kata Biesecker, kepada AFP.

Para pengamat cuaca mengatakan bahwa, penampakan aurora terbaik biasanya sekitar tengah malam waktu setempat.

Rob Stammes, yang bekerja di Lofoten Polar Light Centre, di Lofoten, Norwegia, mengatakan bahwa, kehadiran CME pada selasa lalu tersebut, menyebabkan lonjakan arus tanah di luar laboratoriumnya.

"Bisa jadi ini merupakan hari yang membahagiakan bagi para pengamat aurora," kata Stammes di situs pengamat aurora, spaceweather.com.