Senin, 11 Juli 2011

Jusuf Kalla: Saya Tidak Menyuap

VIVAnews - Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden, membantah pemberitaan The Age, Australia, yang menyebutnya menyuap untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2004-2009. JK mengaku, memang saat Musyawarah Nasional itu membayar sewa hotel dan transportasi sebagian peserta Munas Golkar.

"Di Munas Golkar itu memang seperti itu kebiasaannya. Saya bayar hotelnya, saya bayar transportasi pulang peserta," kata Jusuf Kalla saat dihubungi VIVAnews melalui telepon, Jumat 11 Maret 2011.
Dan tindakan membayar sewa hotel dan transportasi itu tidak terkait dengan pemilihan Ketua Umum. Itu tak lebih dari tindakan senior kepada yunior di partai.
"Jadi saya tidak menyuap," kata JK yang sekarang Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.

Kalau pun itu dikategorikan menyuap, JK menyatakan dia menggunakan uang pribadi. "Saya tidak pakai uang negara, bagaimana bisa disebut menyuap," ujar JK. Dan Golkar pun, menurut JK, bukan bagian dari negara.

Jusuf Kalla sendiri belum akan memberikan hak jawab atau somasi atas pemberitaan itu. "Saya belum membaca berita koran Australia itu," kata JK yang baru saja berkunjung dari Jepang selaku tokoh perdamaian itu.

Bocoran WikiLeaks it dipublikasikan di surat kabar Australia, The Age. Dalam edisi Jumat, 11 Maret 2011, koran itu menampilkan judul besar-besar di halaman depan, "Yudhoyono 'abused power': Cables accuse Indonesian President of corruption." Berita serupa juga dimuat harian utama Australia lainnya, Sydney Morning Herald.

Berita itu juga memuat data yang dinyatakan merupakan bocoran laporan diplomatik Kedubes AS, yang menuding bagaimana seorang mantan wakil presiden pada kabinet Yudhoyono membayar jutaan dolar Amerika Serikat untuk menguasai partai politik terbesar di Indonesia.
• VIVAnews

Jum'at, 11 Maret 2011,
Arfi Bambani Amri



http://us.nasional.vivanews.com/news/read/208852-jusuf-kalla--saya-tidak-menyuap