Rabu, 08 Desember 2010

Perang Sesungguhnya Baru Dimulai


”Perang informasi yang sesungguhnya baru saja dimulai. WikiLeaks medan tempurnya. Kalian semua tentaranya,” (John Perry Barlow, salah satu pendiri Electronic Frontier Foundation dan penulis lirik band Grateful Dead)
PENDIRI WikiLeaks Julian Assange memang sudah meringkuk di tahanan polisi Inggris sejak Selasa (7/12) siang. Namun, bukan berarti WikiLeaks mati.
Menyusul penangkapan tersebut, situs WikiLeaks menulis di akun Twitter-nya, ”Tindakan terhadap pemimpin redaksi kami, Julian Assange, hari ini, tak akan berpengaruh terhadap operasi kami: kami akan merilis kawat-kawat (diplomatik rahasia) lagi malam ini.”
James Ball, wartawan yang bekerja untuk WikiLeaks, mengatakan, seluruh staf organisasi pembocor rahasia tersebut tetap bekerja seperti biasa. ”Di tengah semua yang terjadi, semua masih tetap berjalan sesuai jadwal, semua (dokumen) itu akan tetap keluar seperti biasanya,” ungkap dia.
Para prajurit garda depan WikiLeaks ini seolah tak terpengaruh dengan serangan bertubi-tubi yang diterima WikiLeaks sepekan terakhir ini. Setelah dikeluarkan dari perusahaan-perusahaan internet AS, seperti EveryDNS dan Amazon.com, dan ditolak menggunakan server di beberapa negara, aliran pendanaan organisasi itu juga diganggu.
Pertama-tama, situs transaksi keuangan di internet PayPal menutup saluran donasi untuk WikiLeaks dan membekukan uang organisasi tersebut sebesar 80.000 dollar AS (Rp 720,4 juta). Selanjutnya, Senin, bank milik Kantor Pos Swiss, Postfinance, menutup rekening Julian Assange yang berisi uang 41.000 dollar AS (Rp 369,2 juta).
Pihak Postfinance berdalih, Assange menggunakan alamat palsu untuk membuka rekening di bank tersebut. Assange dikabarkan menggunakan alamat seorang pengacaranya di Geneva. ”Dia akan mendapatkan uangnya kembali. Kami hanya menutup rekeningnya,” tutur juru bicara Postfinance, Alex Josty.
Saluran keuangan WikiLeaks makin terbatas setelah perusahaan kartu kredit MasterCard memutus seluruh transaksi dengan WikiLeaks, Senin, disusul raksasa kartu kredit lainnya, Visa, Selasa.
Sebaliknya, para pendukung dan simpatisan WikiLeaks pun tak tinggal diam. Hanya dalam waktu beberapa hari sejak situs www.wikileaks.org diserang dan akhirnya ditutup dan dipindah ke www.wikileaks.ch, sekitar 500 situs cermin atau salinan dari WikiLeaks telah dibuka di dunia maya.
Para pendukung (jumlah pendukung WikiLeaks di Facebook naik dari 500.000 menjadi hampir 960.000 pengguna hanya dalam waktu tiga hari sejak Jumat pekan lalu) ini juga membantu organisasi itu dalam melawan serangan para peretas dan menyalurkan donasi dengan berbagai cara. Perang baru saja dimulai.... 

sumber :



Kompas - Rabu, 8 Desember 2010